Apa seh yg ndak hobby di Jakarta ? Kalo nggak macet ya banjir. Nah, berikut ini adalah sepenggal kisah, rekan-rekanita kita yg mengakrabi banjar pada hari jum’at-sabtu-minggu (1-2-3 Pebruari 2008) lalu:
Ragil Sukardi: Saya atas nama Pribadi dan team ikut prihatin kepada team PQA yang telah mendapat Tantangan untuk bermalam di dalam mobil dalam genangan air menuju Bandara di Jakarta hari Jum’at malam kemarin setalh mengikuti training PQA. Beberapa team bermalam di Bandara dan sedangkan Pak Sugiyanto sampai berjalan kaki sekitar 3 km menuju Bandara hingga jam 4 pagi. Dengan Penuh kesabaran dan SEMANGAT yang tinggi, semua itu telah mereka lewati dengan baik dan hari ini mereka semua telah bekerja seperti biasa. Sekali lagi terima kasih atas semangat yang tinggi dan semoga ini adalah awal kesuksesan team PQA dalam menjalankan tugas kedepannya
Abdul Muin: Saya mau berbagi cerita walaupun terlambat karena kemarin langsung ke field untuk job white. Saya dengan pak Walduin Gultom sempat tertahan di dalam taxy dalam perjalanan ke Cengkareng jumat malam akhirnya kami berjalan kaki kurang lebih 4 km ditambah dengan kami harus sewa rakit untuk menyebrangi air yang sudah mencapai setinggi leher orang dewasa dan alhamdulillah dengan keinginan yang kuat kamipun berhasil sampai bandara dan pak Gultom tidur di terminal 1…… tetap semangat
Husin Indra K.: Anggap saja ini orientasi GBS , karena saya juga tertahan di bandara Padang 10 jam
Wah, saya mah cuma ngendon 9 jam doang di Bandara Semarang….Bagus