Prenz,
Ini udah jaman modern, jadi musti kenal sama istilah2…jargon..kalo tetangga bule gue bilang. Nah, di Nielsen seluruh dunia, dalam rangka implementasi struktur GBS (tau ndak singkatannya ?) diterapkan penyebutan dengan seperti itu (N+1, N+2, dst).
Posisi puncak atau N adalah Super Big Boss kita, yaitu Mitchell Habib, sedangkan untuk struktur kita (Data Acquisition), posisi N+1 yaitu satu tingkat di bawahnya Kang Mitchell Habib adalah Pak Siegfried de Smedt. Lalu turun satu tingkat ke bawah lagi, yaitu N+2 untuk Data Acquisition (DA) kawasan Asia Pasifik dipegang oleh Mas Ravi Jonnavithula.
Nah turun satu tingkat di bawahnya lagi adalah pimpinan di tingkat suatu negara, yaitu posisi N+3. Untuk Indonesia, siapa lagi kalau bukan Super Woman, Mbak Yanti Nisro, yang kita harapkan bakal memajukan DA Indonesia menjadi gemar ripah loh jinawi, sukses luar dalam, dunia & akhirat.
Di bawah posisi Bu Yanti adalah posisi N+4, N+5 dan N+6, siapa mereka ? Ya kita-kita ini lho ……
Begitulah kira-kira penjelasannya ya…..