Diawali dengan kata pengantar dari Bu Yanti, dengan memperkenalkan Pak Siegfried (N+1 DA Global) dan Pak Ravi (N+2 DA Apec), suasana nya semakin meriah dengan salam hangat terhadap mereka berdua yang dipandu langsung oleh Bu Yanti diikuti oleh seluruh participant “ Haaaiii… Siegfried, Haaaaiii…Ravi”. Salam Hai kami disambut langsung dengan senyuman Pak Siegfried yang khas, sambil mengangkat bahunya, sementara Pak Ravi yang mirip inspektur Vijay dalam film India menyambut dengan senyuman juga. Bu Yanti juga membuat small game, dengan pertanyaan berapa usia Pak Siegfried dan Pak Ravi ? Hadiahnya sangat menarik…sebuah Chocolate. Maka tak pelak, seluruh participant pun mencoba untuk menjawabnya, mulai dari 17 Tahun, 29 tahun, 30 Tahun, 35 Tahun, 36 tahu …40 tahun, 41 tahun, bahkan ada juga yang mencoba berspekulasi dengan menjawab 59 Tahun. Tentu saja Pak Siegfried menyambutnya dengan senyuman agak kecut (bercanda;Red) sewaktu mendengar ada yang menjawab 59 Tahun. Jawaban yang benar adalah 43 Tahun untuk Pak Siegfried dan 36 Tahun untuk Pak Ravi. Sedianya Bu Yanti akan bertindak sebagai transleter, tapi saat Pak Siegfried membuka sambutannya, ternyata bisa langsung nyambung dengan seluruh participant. Tentu saja Pak Siegfried agak terkagum-kagum dengan seluruh peserta pertemuan itu, sebab ternyata seluruh peserta dapat menguasai minimal tiga bahasa (Bahasa betawi, Bahasa Indonesia dan tentu saja Bahasa Inggris). Sambutan Pak Siegfried pun dilanjutkan dengan tanpa terjemahan, namun tidak mengurangi kemeriahan dan keramaian pertemuan tsb. Saat Pak Siegrfied memaparkan misi dan visi DA Global seluruh peserta pun serius menyimaknya, dan saat Pak Siegfried bercanda pun disambut dengan galak tawa seluruh peserta. Jadi Kita acungkan dua jempol dech untuk seluruh peserta pertemuan ini. Secara ringkas, sambutan dari Pak Sigfid mebicarakan tentang keluarganya, yang sekitar 6 tahun yang lalu baru berkunjung dari pulau dewata Bali. Kemudian menceritakan pula kebiasaan orang Belgia yang suka memelihara binatang seperti anjing sebagai bagian dari anggota keluarganya. Dipaparkan juga visi DA Global yakni “Quality” yang merupakan komponen terpenting, di atas segalanya, kemudian “Process Dicipline” dan “ Cost Leadership”. Sementara empat prinsip penting dalam DA Global adalah People, Quality, Cost Leadership dan Project.Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pak Ravi, yang merasa bangga mempunyai Leader sekelas Bu Yanti dan Tim nya. Sesi Tanya jawab, diawali oleh pertanyaan pak Ell (tentu saja dalam Bahasa Inggris juga pertanyaannya), yang menanyakan tentang seberapa besar pengaruh kepemilikan perusahaan dalam hal perubahan-perubahan ke depan ? Di jawab, yang terpenting adalah “Do the best”, sehingga DA kita bisa menjadi sebuah “diamond”. Kalau kita sdh menjadi diamond, siapapun pemiliknya, mereka akan sangat menghargai dan respek terhadap kita. Pertanyaan kedua dari Pak Alfonso yang menanyakan tentang kebiasaan (Budaya) orang sana dalam memelihara Binatang, disusul oleh pertanyaan Yos mengenai komposisi panel Modern dengan Traditional Trade antara di Indonesia dengan di negara-negara lain, dan terakhir pertanyaan dari Rani yang meminta masukan dari hasil field visit di panel CPS di Jakarta. Pak Siegfried mencoba membandingkan dengan Negara Mexico yang baru saja dia kunjungi untuk melihat panel CPS di sana. Nah… senang kan punya bos-bos yg begitu ramah & perhatian ?
Bincang2 dg Pak Siegfried De Smedt & Ravindra K Jonnavithula (Jum’at Pahing, 25 Januari, 2008) di Markas DA, LaRoos, Tebet.
Februari 1, 2008 oleh indoda